Mekari Insight:
- SAP dashboard mengubah data transaksional SAP menjadi visual real-time, namun konfigurasinya bergantung pada tim IT dan konsultan khusus.
- Laporan terjadwal, silo data, dan biaya kustomisasi tinggi membuat insight datang terlambat untuk pengambilan keputusan.
- Mekari Officeless melengkapi SAP dengan dashboard analitik kustom yang terhubung ke data SAP tanpa mengganti sistem inti.
SAP menjalankan lebih dari 77% transaksi revenue dunia, menurut data internal SAP SE. Namun kebanyakan perusahaan hanya memanfaatkan sebagian kecil dari data yang tersimpan di dalamnya.
SAP dashboard hadir untuk menjembatani kesenjangan ini, mengubah data transaksional yang kompleks menjadi visual yang mudah dipahami manajemen.
Panduan ini membahas apa itu SAP dashboard, jenis dan cara membuatnya, kendala umum yang memperlambat prosesnya, serta solusi extended ERP untuk mengatasinya.
Apa itu SAP dashboard?
SAP dashboard adalah tampilan visual yang mengagregasi data transaksional SAP, mulai dari finance, procurement, HR, hingga supply chain, menjadi grafik, tabel, dan indikator kinerja utama (KPI) yang mudah dibaca secara real-time.
SAP sendiri merupakan sistem ERP yang banyak digunakan perusahaan dan instansi untuk mengelola proses bisnis, mulai dari akuntansi, logistik, hingga sumber daya manusia. Manfaat SAP akan lebih terasa ketika data transaksional ini diolah menjadi insight yang mudah dipahami lewat executive dashboard, KPI tracker, dan report builder.
Secara teknis, SAP dashboard umumnya berjalan di atas SAP Fiori sebagai lapisan user interface. Untuk membangun visualisasinya, perusahaan biasanya memakai SAP Analytics Cloud sebagai penerus SAP BusinessObjects dan SAP Lumira Designer, yang sejak 2020 sudah tidak lagi dikembangkan lebih lanjut oleh SAP.
Berbeda dengan laporan SAP konvensional yang cenderung statis dan dijalankan sesuai jadwal, dashboard bersifat visual, ringkas, dan idealnya menampilkan data secara real-time sehingga tim bisa langsung mengambil keputusan.
Jenis-jenis SAP dashboard yang umum digunakan
Pemilihan jenis dashboard sebaiknya mengikuti kebutuhan pengguna dan keputusan yang ingin didukung. Berikut empat jenis dashboard yang relevan dalam konteks SAP:
- Strategic/executive dashboard: Menyajikan KPI tingkat tinggi seperti revenue, margin, dan pertumbuhan untuk direksi dan manajemen senior.
- Operational dashboard: Fokus pada aktivitas harian seperti produksi, logistik, atau penjualan untuk tim operasional dan manajer lini.
- Functional dashboard: Dirancang spesifik per departemen, misalnya finance dashboard untuk memantau cash flow atau procurement dashboard untuk memantau spend.
- Analytical dashboard: Mendukung analisis mendalam dengan kemampuan drill-down untuk mengidentifikasi tren serta akar masalah.
Setiap fungsi bisnis memiliki kebutuhan visualisasi data yang berbeda, sehingga pemilihan jenis dashboard idealnya disesuaikan dengan pengguna akhirnya, bukan hanya berdasarkan tampilan visual yang menarik.
Cara menggunakan SAP dashboard untuk pengambilan keputusan
Pengguna umumnya mengakses dashboard lewat SAP Fiori Launchpad, membuka tile KPI yang relevan, lalu melakukan drill-down dari ringkasan tingkat tinggi ke detail transaksi jika diperlukan.
Sebagai gambaran, pembuatan dashboard di Fiori memungkinkan pengguna memilih beberapa report view, menempatkannya dalam satu tampilan, lalu mengatur pilihan laporan untuk masing-masing view sesuai kebutuhan.
Namun, dashboard tidak otomatis membuat organisasi menjadi data-driven. Penggunanya tetap perlu tahu angka mana yang penting, cara membacanya, dan kapan harus bertindak. Dashboard akan lebih berguna jika dibahas rutin dalam ritme kerja tim, bukan hanya dibuka ketika sudah muncul masalah.
Cara membuat SAP dashboard langkah demi langkah
Berikut langkah praktis untuk membangun SAP dashboard, baik oleh tim internal maupun bersama konsultan:
- Tentukan tujuan dan pengguna dashboard. Identifikasi siapa yang akan memakai dashboard dan keputusan bisnis apa yang ingin didukung.
- Pilih tools yang sesuai. SAP Analytics Cloud cocok untuk kebutuhan cloud dan self-service, sementara SAP Lumira Designer atau BusinessObjects lebih sesuai untuk kebutuhan on-premise yang kompleks.
- Hubungkan sumber data. Tarik data dari S/4HANA, SAP BW, atau sistem lain sebagai basis dashboard.
- Rancang KPI dan visualisasi. Pilih jenis grafik yang sesuai dan batasi jumlah metrik agar dashboard tetap mudah dibaca.
- Bind ke Fiori tile dan uji coba. Hubungkan story atau dashboard ke tile Fiori, lalu uji bersama pengguna sebelum dirilis secara penuh.
Sebagai contoh, dalam membangun story di SAP Analytics Cloud, key user perlu masuk ke KPI Design lewat Fiori launchpad, memilih menu Manage KPIs and Reports, lalu membuat story baru dan mengonfigurasi sumber data sebelum mengikat hasilnya ke tile Fiori.
Proses ini idealnya berjalan iteratif. Dashboard perlu direview dan disederhanakan secara berkala mengikuti perubahan kebutuhan bisnis, karena dashboard yang terlalu penuh justru sering sulit dipakai.
Kendala umum yang membuat proses SAP dashboard menjadi bottleneck
Meski bermanfaat, membangun dan menjalankan SAP dashboard sering terhambat oleh beberapa kendala berikut:
- Laporan terjadwal, bukan real-time: Banyak laporan SAP berjalan pada interval harian atau mingguan, sehingga tidak selalu mendukung kebutuhan insight instan untuk penjualan, inventori, atau produksi.
- Ketergantungan tinggi pada tim IT: Menarik insight dari SAP kerap memerlukan pengetahuan SAP Basis, sehingga setiap pertanyaan bisnis harus menunggu antrean IT, tidak peduli seberapa sederhana pertanyaannya.
- Data silo dan kualitas data buruk: 82% tim finance berbasis SAP melaporkan bahwa manajemen data dan integrasi yang buruk menjadi kendala terbesar mereka dalam kepatuhan dan pelaporan keuangan.
- Dashboard bergantung pada proses, bukan hanya teknologi: Dashboard hanya mencerminkan kualitas sistem dan proses di baliknya. Jika approval masih manual dan update masih bergantung pada spreadsheet, dashboard hanya akan menampilkan visibilitas dari proses yang tertunda.
- Akses terbatas untuk pengguna non-SAP: Vendor, auditor, atau pengguna eksternal umumnya tidak bisa mengakses insight tanpa lisensi SAP tambahan, sehingga memerlukan pengembangan khusus di luar SAP.
Kombinasi kendala ini membuat proses dari permintaan data hingga insight yang siap dipakai menjadi panjang, padahal kebutuhan bisnis sering kali mendesak.
Solusi mengatasi kendala SAP dashboard dengan extended ERP
Solusi atas kendala di atas bukan mengganti SAP, melainkan memperluasnya lewat pendekatan extended ERP. Perusahaan menambahkan lapisan no-code/low-code yang terhubung ke SAP lewat API, sehingga dashboard bisa dibangun lebih cepat tanpa menyentuh core system.
Dengan pendekatan ini, SAP tetap menjadi sistem inti untuk transaksi dan kepatuhan, sementara lapisan tambahan menangani kebutuhan visualisasi, self-service reporting, dan akses pengguna eksternal yang selama ini menjadi kendala.
Pendekatan extended ERP juga memangkas ketergantungan pada konsultan SAP untuk setiap kebutuhan dashboard baru, karena tim bisnis dapat membangun dan menyesuaikan tampilan sendiri lewat platform no-code.
Bagaimana Mekari Officeless melengkapi SAP dashboard Anda
Mekari Officeless Analytics Service adalah layanan pembuatan dashboard data terintegrasi yang dapat terhubung ke SAP dan sistem lain, tanpa memerlukan keahlian teknis dari tim internal.
Jenis dashboard yang bisa dibangun bersama Mekari Officeless:
- Executive KPI Dashboard: Memantau revenue, margin, biaya, dan pertumbuhan organisasi dalam satu dashboard terpusat untuk mendukung keputusan strategis.
- Business Performance Breakdown: Membandingkan kinerja lintas wilayah, cabang, atau produk untuk identifikasi segmen paling menguntungkan serta alokasi sumber daya yang tepat.
- Inventory & Fulfillment Analytics: Mengendalikan stok dan pemenuhan pesanan secara real-time, termasuk memantau risiko overstock atau stockout.
- Compliance & Risk Monitoring: Memberikan visibilitas audit log dan kepatuhan regulasi dalam satu dashboard terpusat untuk mempercepat respons risiko.
Keunggulan implementasi:
- Implementasi cepat: Proses pembuatan dashboard berlangsung singkat sehingga tim bisa langsung menggunakannya tanpa siklus proyek SAP yang panjang.
- Tidak perlu keahlian teknis: Tim bisnis dapat mengakses dan menggunakan dashboard tanpa bergantung penuh pada tim IT atau konsultan SAP.
- Terhubung ke SAP lewat API: Dashboard menarik data dari SAP tanpa memerlukan pengembangan ABAP maupun lisensi SAP tambahan untuk pengguna eksternal seperti vendor dan auditor.
Ingin melengkapi SAP dengan dashboard analitik yang lebih cepat dan mudah digunakan tanpa mengganti sistem inti? Mekari Officeless Analytics Service membantu menyatukan data perusahaan Anda dalam satu dashboard terpusat untuk keputusan yang lebih tepat.